“LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTROLISIS KELAS XII IPA 4 SMAN 8 SEMARANG TAHUN AJARAN 2013/2014″_semoga bermanfaat :)

Standar

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTROLISIS

IMG_3342 - Copy

  1. A.    JUDUL : LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTROLISIS
  2. B.     TUJUAN

Mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan Kalium Iodida (KI) dan larutan tembaga II Sulfat (CUSO4)

C.    LANDASAN TEORI

Elektrolisis adalah penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik. Pada sel elektrolisis, reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit,yaitu energi listrik ( arus listrik ) diubah menjadi energi kimia ( reaksi redoks ). Sel eleltrolisis memiliki 3 ciri utama,yaitu :

a)    Ada larutan elektrolit yang mengandung ion bebas. Ion – ion ini dapat memberikan atau menerima electron sehingga electron dapat mengalir melalui larutan.

b)   Ada 2 elektroda dalam sel elektrolisis.

c)    Ada sumber arus listrik dari luar,seperti baterai yang mengalirkan arus listrik searah ( DC ).

Elektroda yang menerima electron dari sumber arus listrik luar disebut Katoda, sedangkan elektroda yang mengalirkan electron kembali ke sumber arus listrik luar disebut Anoda. Katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi dan anoda adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi. Katoda merupakan elektroda negative karena menangkap electron sedangakan anoda merupakan elektroda positif karena melepas electron.

Dalam sel, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Bila potensial diberikan pada sel dalam arah kebalikan dengan arah potensial sel, reaksi sel yang berkaitan dengan negatif potensial sel akan diinduksi. Dengan kata lain, reaksi yang tidak berlangsung spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Proses ini disebut elektrolisis. Pengecasan baterai timbal adalah contoh elektrolisisis

D.    ALAT DAN BAHAN

    1. Larutan Tembaga II Sulfat (CUSO4) 0.5 M
    2. Larutan Kalium Iodida (KI) 0.5 M
    3. Elektroda Carbon
    4. Indikator Phenolptalein (PP)
    5. Larutan Amilum
    6. Pipa U
    7. Kabel listrik
    8. Power supply

E.     LANGKAH KERJA

    1. Merangkai alat dan bahan.
  1. Melakukan proses elektrolisis larutan KI 0.5 M sampai terlihat perubahan pada kedua elektroda
  2. Dengan menggunakan pipet tetes, kami memindahkan larutan dari ruang katoda kedalam dua tabung reaksi masing-masing ± 1 ml.
  3. Menambahkan dua tetes indikator phenolptalein (PP) pada tabung I dan pada tabung II tambahkan larutan amilum.
  4. Mencatat hasil pengamatan.
  5. Melakukan hal yang sama terhadap larutan dari ruang anoda.
  6. Melakukan proses elektrolisis larutan Tembaga II Sulfat 0.5 M sampai terlihat perubahan pada elektroda.
  1. F.     HASIL PERCOBAAN

ElektRolisis Larutan KI

Cairan dari Perubahan selama elektrolisis Perubahan setelah +PP Perubahan setelah + amilum
Katoda Ada banyak gelembung di elektroda Warna menjadi ungu Warna menjadi keruh
Anoda Terjadi perubahan warna pada larutan menjadi kecoklatan Warna menjadi lebih coklat Warna lebih bening

 

 

 

ElektRolisis Larutan CuSO4

Cairan dari Perubahan selama elektrolisis Perubahan setelah +PP Perubahan setelah + amilum
Katoda Warna larutan menjadi kekuningan Warna menjadi biru keruh keputihan Biru terang keputihan
Anoda Pada elektroda terdapat endapan putih keruh Warna menjadi biru terang Warna menjadi biru muda terang
  1. G.    PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN

  1. Zat apakah yang terjadi di ruang anoda dari hasil elektrolisis pada larutan KI maupun pada larutan CuSO4? Jelaskan!
  2. Ion-ion apakah yang terdapat di ruang katoda setelah elektrolisis?Jelaskan!
  3. Jelaskan persamaan reaksi yang terjadi di :
    1. Katoda
    2. Anoda
    3. Berikan penjelasan mengenai hasil elektrolisis tersebut!
    4. Kesimpulan apakah yang dapat dituliskan setelah melakukan kedua percobaan diatas?

JAWABAN :

  1. Pada larutan KI zat yang terjadi di ruang anoda I dan pada larutan CuSO4 zat yang terjadi di ruang anoda adalah SO42-
  2. Ion yang terdapat di ruang katoda setelah elektrolisispada larutan KI adalah I. Sedangkan ion yang terdapat di ruang katoda larutan CuSOsetelah dielektrolisis adalah ion So42-.

è  Larutan CuSO4

2CuSO4  à 2 Cu2+ + 2SO42-

Anoda      : 2H2O à O2 + 4H+ +4e

Katoda     :2Cu2++4e à 2Cu

2CuSO4 + 2H2O à O2 + 4H+ + 2Cu + 2SO42-

2CuSO4 + 2H2O à O2 + 2H2SO4 + 2CuSO4

è Larutan KI

2KI  à 2K+ 2I

Anoda      : 2I àI+ 2e

Katoda     : 2H2O +2e  à H2 + 2OH

2KI + 2H2O à 2K+ + I2+ H2+2OH

2KI+ 2H2O à 2KI+ I2+ 2HI+2KOH

  1. Pada larutan KI, Hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada larutan. anoda (+) berwarna kuning. Pada elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak gelembung. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda. Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas Iodin (Oksidasi 2I ).

Sebagaimana reaksinya :

Katoda      :  2H2O + 2e à 2OH  + H2

Anoda      :   2I –  à I2 + 2e

2H2O + 2I – 2OH  + I2

Pada elektrolisis CuSOhasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada larutan. Katoda (-) berwarna kekuning – kuningan. pada elektroda ruang katoda terdapat endapan dan anoda tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut menunjukkan, pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).

Sebagaimana reaksinya :

Katoda    : 2Cu2+ + 4e  à  2Cu

Anoda     :  2H2O  à 4H+ + O2 + 4e

2Cu2++ 2H2O  à 2Cu + 4H+ O2

  1. Melalui percobaan diatas dapat disimpulkan :

è Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan CuSO4 diruang anoda adalah endapan SO42-

è Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan KI diruang anoda adalah endapan I

è Pada elektrolisis KI  terhadap elektroda C pada elektroda di ruang anoda terbentuk gelembung O2.

è Pada larutan KI,di elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak gelembung. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda. Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas Iodin (Oksidasi 2I ).

è Pada elektrolisis CuSOdi elektroda ruang katoda terdapat endapan dan anoda tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut menunjukkan, pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).

 

  1. H.    KESIMPULAN
    1. Pada saat larutan KI dielektrolisiskan terhadap elektroda C pada elektroda di ruang anoda terbentuk gelembung O2.
    2. Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan CuSO4 diruang anoda adalah endapan SO42-
    3. Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan KI diruang anoda adalah endapan I
    4. Pada larutan KI,di elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak gelembung. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda. Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas Iodin (Oksidasi 2I ).
    5. Pada elektrolisis CuSOdi elektroda ruangnkatoda terdapat endapan dan anoda tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut menunjukkan, pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).

DOKUMENTASI🙂

Gambar

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s