Praktikum Larutan Penyangga Kelas XI IPA 1 SMAN 8 Semarang Tahun ajaran 2014/2015_ Semoga Bermanfaat.

Standar

assalamualaikum wr. wb

selamat sore, kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai praktikum larutan penyangga.

semoga dapat menambah ilmu kalian yg berkenan membaca. amin🙂

Dokumentasi😀

Gambar

  1. A.    Dasar Teori

Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimiaberlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.

Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:

  • Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan bersifat asam.
  • Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan bersifat basa.

Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:

  • Larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natriumNa), kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.

  • Larutan penyangga yang bersifat basa

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih

Cara kerja larutan penyangga

Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikatbaik ion H+ maupun ion OH. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini cara kerja larutan penyangga:

(1)      Larutan penyangga asam

       Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:

Pada penambahan asam

Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COOmembentuk molekul CH3COOH.

CH3COO(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)

Pada penambahan basa

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH dari basa itu akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COOdan air.

CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)

(2)                Larutan penyangga basa

Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:

Pada penambahan asam

Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion OH. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH dapat dipertahankan. Disamping itu penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3 membentuk ion NH4+.

NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)

 

Pada penambahan basa

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OHdapat dipertahankan. Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) dan air.

NH4+ (aq) + OH(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)

  1. B.     Tujuan

Mempelajari perbedaan antara perubahan pH larutan buffer dan bukan larutan buffer karena penambahan sedikit asam, basa atau pengenceran.

  1. C.    Alat dan Bahan

Alat :

  1. Buret 25 ml
  2. Statif dan klem
  3. Gelas ukur   25 ml
  4. Erlenmeyer 100 ml
  5. Pipet Tetes
  6. Corong

Bahan :

  1. Larutan CH3COOH  0,1 M
  2. Larutan CH3COONa 0,1 M
  3. Larutan NaOH 0,1M
  4. Larutan HCl 0,1 M
  5.  Larutan NaCl 0,1 M
  6. Akuades
  7. Indikator Universal

D.    Langkah Kerja

1. Campurkan 15 ml larutan CH3COOH 0,1 M dengan 15 ml larutan CH3COONa 0,1 M. kemudian, ukurlah pH campuran dengan menggunakan indikator universal dan catat hasilnya.

2. Bagi larutan pada prosedur (1) kedalam 3 gelas kimia masing-masing 10 ml. berilah nomor 1, 2, dan 3 pada gelas kimia itu.

3. Tambahkan 1 ml HCl 0,1 M pada gelas kimia 1. Ukur pH.

Tambahkan lagi 4 ml HCl 0,1 M pada gelas kimia 1. Ukur pH.

Tambahkan lagi 5 ml HCl 0,1 M pada gelas kimia 1. Ukur pH

4. Ulangi langkah 3 untuk gelas kimia 2, tetapi larutan HCl diganti larutan NaOH 0,1 M. Ukur pH

5. Campur larutan dalam gelas kimia 3 dengan aquadest, Ukurlah pH

6. Ulangi langkah 1-5, namun larutan diganti dengan NaCl 0,1 M.

 E.     Hasil Kerja

Jenis Larutan pH Mula-Mula pH Setelah Ditambahkan
HCl 0,1 M NaOH 0,1 M 10 ml H2O
1 ml 5 ml 10 ml 1 ml 5 ml 10 ml
Bufer

(CH3COOH + CH3COONa

5 5 4 2 5 6 7 5
Bukan Bufer

(NaCl + HCl)

7 4 3 2 11 12 13 7

 

F. Jawaban Pertanyaan

1. Penambahan asam, basa dan pengenceran terhadap larutan CH3COOH +CH3COONa .

Penambahan asam berpengaruh terhadap larutan CH3COOH+CH3COONa dari pH awal 4 dengan penambahan 1 ml, pH menjadi 4; dengan penambahan 5 ml, pH menjadi 2; dan penambahan 10 ml, pH menjadi 0 (nol).

Penambahan basa berpengaruh terhadap larutan CH3COOH+CH3COONa , dari pH awal 4; dengan penambahan 1 ml, pH menjadi 5; dengan penambahan 5 ml, pH menjadi 13, dan penambahan 10 ml, pH menjadi 14.

Penambahan akuades tidak berpengaruh terhadap larutan buffer, terbukti dari pH awal 4, tetap setelah penambahan 10 ml akuades, yaitu 4.

Penambahan asam, basa dan pengenceran terhadap larutan NaCl .

Penambahan asam berpengaruh terhadap larutan buffer, dari pH awal 7, penambahan 1 ml menjadi 2 penambahan 5 ml menjadi 1, dan penambahan 10 ml menjadi 0 (nol).

Penambahan basa berpengaruh terhadap larutan buffer dari pH awal 4, penambahan 1 ml menjadi 12, penambahan 5 ml menjadi 13, dan penambahan 10 ml menjadi 14.

Penambahan akuades tidak berpengaruh terhadap larutan buffer, terbukti dari pH awal 7, tetap setelah penambahan 10 ml akuades, yaitu 7.

2. CH3COOH + CH3COONa adalah larutan penyangga.

3. larutan buffer dapat mempertahankan harga pH-nya dengan penambahan asam, basa dan air dengan volume tertentu.

Apakah campuran berikut bersifat buffer atau bukan?

a)      50 ml NaOH 0,1 M + 50 ml CH3COOH 0,3 M (buffer)

b)      50 ml NaOH 0,3 M + 50 ml CH3COOH 0,3 M (tidak buffer)

c)      50 ml CH3COOH 0,3 M + 50 ml NaOH 0,3 M (tidak buffer)

G.    Kesimpulan

1. CH3COOH + CH3COONa adalah larutan penyangga.

2. NaCl adalah larutan bukan penyangga

3. larutan buffer dapat mempertahankan harga pH-nya dengan penambahan asam, basa dan air dengan volume tertentu.

Dokumentasi😀

Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s